Jadi Spesialis Java (JSJ)

Bingung mau nyari bahasa pemrograman yang pengen ditekuni ?? Untuk pemula banget saya anjurin untuk belajar bahasa pemrograman yang bersifat prosedural, kenapa?? ya karena lebih mudah memahami konsepnya. Tapi bagaimanapun pasti inginnya belajar bahasa yang memiliki prospek dan dapat jadi modal dasar yang bisa digunakan untuk cepat memahami bahasa pemrograman lain. Begitu juga penulis memulai karir sebagai seorang programmer, mengalami hal serupa ketika menentukan jenis bahasa utama yang akan digunakan.

Pada awalnya saya berharap akan menggunakan VB selamanya, karna bahasanya yang simple dan mudah dimengerti (dan pada saat itu hanya ini yang diajarkan di kuliah selain Pascal).  Mulai menggunakan VB 6 yang sifatnya semi prosedural terasa cukup untuk memenuhi kebutuhan program simple dengan menggunakan source yang ada. Ketika mulai menemukan VB.NET akhirnya beralihlah ke bentuk orientasi yang baru. Awalnya saya menggunakan VB.NET hanyalah sebagai bahasa prosedural. Tapi lambat laun terasa begitu kurang, apalagi seringnya didengungkan OOP pada bahasa ini. Mulai belajar sedikit tentang OOP. Wah kayanya susah nih bahasan, akhirnya saya mencoba beralih ke Java yang katanya 100% OOP. Tahap demi tahap dalam tutorial JENI saya ikutin, tapi ketika masuk ke bagian OOP koq jadi mandek ya (lagian di kuliah ga diajarin). Akhirnya seperti biasa gw nyerah sampai tahapan prosedural saja.

Selang beberapa bulan kemudian saya ditawarkan untuk menggunakan Flex, wah bahasa yang baru nih, Flex merupakan perpaduan bahasa MXML dan Action Script yang dikembangkan oleh Adobe. Dengan tingkat tampilan yang ciamik, ditambah merupakan bahasa opensource, plus Flex Builder yang saya dapat lisensinya, akhirnya saya mulai belajar Flex. Sama seperti Java, Flex juga bahasa pemrograman yang berorientasi objek. Jadi dari induk pembuatan bahasa ini sampai anak yang siap dipakai semuanya merupakan Class yang dapat di inherit. Ya begitulah awalnya saya memulai memahami sebagian ilmu OOP, dimana terdapat polimorfism, enkapsulasi, generalisasi, overidding, overloading, dsb..

Saatnya kembali ke bahasa JAVA, berbekal ilmu OOP di flex dan telah mengetahui konsep pandangannya, akhirnya saya bisa memahami konsep OOP di JAVA sekitar 70 %, lumayan mungkin ditambah lebih banyak latihan bisa nyampe 100% hehe.. maksa :D

Beberapa tips yang saya saranin untuk meningkatkan kemampuan bahasa JAVA anda adalah :

  1. Belajar tentang UML, untuk lebih lengkap dapat dibaca di http://lecturer.ukdw.ac.id/willysr/pspl-ti/ yang merupakan bahan kuliah Pak Willy
  2. Belajar dari buku JAVA yang lengkap, saran saya menggunakan buku berjudul “Mastering Java” karangan Rachmad Hakim dan Sutarto yang saat ini mudah didapatkan di Gramedia dengan harga Rp.88.000,-
  3. Pelajari dokumentasi JDK sehingga gampang mencari class yang diinginkan
  4. Install Netbeans atau Eclipse sebagai IDE untuk mempercepat pekerjaan
  5. Banyak-banyak latihan dengan melihat script Java dan pahami konsep cara pemanggilan dan OOPnya

Setelah tips-tips itu terlaksana, saya yakin anda telah siap untuk mempelajari Java pada tingkat Advance. Happy Scripting !!

2 thoughts on “Jadi Spesialis Java (JSJ)

  1. Clara says:

    Adek kecil, sibuk banget kuliahnya ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.