Hidup ini seperti seorang anak kecil yang tersesat di tengah keramaian pasar malam, yang ada hanyalah buku usang ditangannya yang memberi petunjuk menuju rumah. Setiap orang yang ada disana mencoba menawarkan segala sesuatu yang dia punya dan berjanji akan menunjukkan jalan ke rumahnya. Hari sudah semakin malam, dan ia tidak menemukan suatu petunjuk apapun dari pedagang-pedagang itu, semuanya membuat si Anak kecil bertambah bingung. Hingga dia teringat buku usang yang ada ditangannya, yang dulu diberikan Ayah sebelum ke pasar malam, mungkin ada petunjuk dsana. Awalnya membaca buku itu saja agak susah, karna teks yang telah lama, dan padanan kalimat yang aneh. Ingin rasanya pergi ke tempat bermain dan diujung sana, dan menghabiskan waktu semalaman hingga pagi tiba. Tapi biarlah dibaca sedikit lagi.. Kalimat demi kalimat mulai diikuti, dan langkah kecilnya mulai mengikuti petunjuk yang ada di buku itu. Kadang dia terlalu asik membaca sehingga tidak melihat lubang yang ada dihadapannya, terkadang dia juga tergoda dengan toko disamping sehingga ia melupakan petunjuk di buku itu. Malam makin larut, tidak terasa ia telah keluar dari keramaian pasar malam. Angin semakin kencang, udara pun semakin dingin, tapi sayup-sayup dia melihat sebuah cahaya di ujung jalan sana, dan ia yakin itulah rumahnya. Rumah yang selalu dirindukannya, dimana Ayah dan Ibu menantikan dia sepanjang malam.
Kadang kala ia menemukan teman yang juga berada di pasar malam dan ingin menuju cahaya yang sama.. kadang-kadang ia salah mengartikan buku tersebut.. kadang-kadang ia menganggap buku itu salah dan mencoba membaca buku lain. Kadang-kadang ia malas membaca buku. Hmm.. perumpamaannya bagus De..